Kunci Jalani Hidup Lebih Berarti

 

Arti hidup

Pemikiran tentang arti dan tujuan hidup

Pernahkah Anda merasa terjebak dalam rutinitas sehari-hari? Atau merasa kosong setelah seharian beraktivitas dan beristirahat sejenak? Pernahkah terlintas tentang tujuan hidup Anda? Atau arti hidup Anda? Bagaimana caranya menjalani hidup lebih berarti ?

Hal itu seringkali terjadi pada saya, tak peduli seberapa keras usaha saya untuk menghindarinya. Karena meskipun pertanyaan-pertanyaan itu terasa penting, saya merasa tidak siap dan tidak nyaman untuk menelusurinya.

Menemukan cerita perjalanan seorang Psikolog dari Amerika 

Suatu hari, saya tidak sengaja menonton video yang berjudul “Lessons from A Psychologist’s 50-Year Spiritual Journey”. Judulnya terasa menggelitik dan menarik bagi saya. Mengapa seorang psikolog merasa perlu melakukan perjalanan spiritual? Dan 50 tahun? Karena ada waktu luang, akhirnya saya menontonnya tanpa ekspektasi apapun. Namun, ternyata, saya banyak belajar.

Ada sedikitnya tiga pelajaran penting yang saya dapatkan dari Dr. Ed Rubenstein, PhD, seorang Psikolog Konseling dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dan pendiri Heart Based Institute yang berbagi dalam video tersebut, kunci agar hidup lebih berarti.

Suara Hati akan Membimbing Kita

Sejak kecil, Ed hidup terombang-ambing tanpa tujuan karena sibuk bertahan hidup. Namun suatu hari, terjadi peristiwa kecelakaan yang hampir membuatnya meninggal. Singkat cerita, hal itu adalah titik awal dalam perjalanan spiritualnya menuju hidup yang lebih berarti. Langkah demi langkah membawa Ed ke tempatnya berada sekarang, di mana ia dapat menemukan kebahagiaan sejati yang membuatnya merasa ‘penuh’.

Saat menonton, saya teringat akan masa lalu saya di mana ada bahagia dan ada kelam. Semua itu dapat membuat saya tenggelam, ataupun bangkit – tergantung pada bagaimana cara saya mendengarkan dan mengikuti suara hati saya. Namun belajar dari Ed, suara hati yang sesungguhnya pasti dapat membawa saya ke tempat yang memang diperuntukkan bagi saya. Bagaimanapun perjalanannya, pastilah akan ‘worth-it’ untuk dilalui.

Perjalanan spiritual Ed menuntunnya ke Nepal selama 3 tahun, sebelum akhirnya ia kembali ke U.S. Di Nepal, ia belajar meditasi dan berpuasa untuk menguasai dan menyadari perasaannya, pikirannya, dan emosinya secara penuh. Tidak hanya itu. Sesampainya di U.S, ia menjadi pengajar dan praktisi ‘mindfulness’ dan belajar cara memberdayakan energi.

Namun, setelah proses yang begitu panjang, Ed masih merasa ada satu tempat kosong yang belum terisi di hatinya.

Hubungan dengan Tuhan adalah yang Terpenting

Untuk sampai pada jawaban ini, Ed mencoba banyak hal dan mengandalkan intuisinya. Meskipun ia merasa ‘heartfulness’ adalah hal yang ia cari, namun Ed tidak tahu bagaimana cara melakukannya. Ia seakan menghadapi jalan buntu.

Namun akhirnya Ed dipertemukan dengan Irmansyah Effendi, founder Natural Way of Living. Melalui program dan workshop dari Natural Way of Living yang berfokus pada ‘mindfulness through the heart’, Irmansyah mengajarkan tentang cara membuka hati dan cara terhubung dengan hatinya. 

Setelah mengalami hati terbuka, Ed menyadari ternyata, hubungan dengan Tuhan-lah yang terpenting dan kuncinya ada di hati. Ketika hati kita terhubung dengan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kekosongan tersebut terisi dengan sesuatu yang indah dan membahagiakan sehingga hidup lebih berarti.

Mendengarnya, saya tertegun. Jawabannya begitu sederhana, sekaligus begitu rumit saat kita tidak tahu ke mana harus mencarinya.

Ke mana Belajar Cara Membuka Hati ?

Saya awalnya berpikir, ’ah tapi hal seperti ini bukanlah untuk semua orang’. Namun ternyata, berbagai program di Natural Way of Living telah memfasilitasi ribuan individu dengan latar belakang berbeda untuk terhubung dengan Sang Pencipta.

Sekarang saya yakin, bila saya mau membuka hati, maka semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di kepala saya tadi tentang hidup lebih berarti pasti akan terjawab melalui hati saya.

 

Foto oleh Djemi Suhenda